Tips Memilih dan Merawat Genset

Memilih dan merawat genset harus diperhatikan baik – baik. Genset adalah generating set yang berfungsi sebagai pembangkit listrik yang biasa digunakan sebagai cadangan jika sewaktu – waktu listrik yang bersumber dari PLN padam atau anda membutuhkan daya yang sangat besar melebihi kapasitas daya listrik yang kalian punya dari PLN.

Tips Memilih Genset

Untuk membeli genset sebelumnya kalian harus memahami cara memilih dan merawat genset dengan baik. Jika anda ingin membeli genset utamanya untuk kebutuhan rumahan atau industri kecil, anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan daya yang diperlukan. Kalau terlalu besar, maka anda hanya akan membuang – buang bahan bakar untuk menghidupkan genset itu. Tentu biaya operasional akan menjadi membengkak. Untuk kebutuhan rumahan, biasanya genset yang digunakan kapasitasnya tak jauh berbeda dengan kapasitas daya dari meteran PLN dengan tujuan untuk mengcover semua kebutuhan listrik saat suplai listrik dari PLN tidak ada. Jika kalian hanya membutuhkan suplai untuk beberapa bagian saja, tidak ada salahnya untuk membeli genset yang dayanya rendah. Biasanya genset ini juga digunakan untuk tujuan berbisnis seperti sebuah peternakan. Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik di malam hari, maka peternakan diberi genset agar saat listrik padam genset dapat langsung mengambil alih tugas PLN sehingga hewan – hewan di peternakan tetap mendapat penerangan yang baik agar dapat makan. Biasanya peternakan yang menggunakan genset adalah peternakan unggas petelur. Karena unggas petelur harus selalu makan. Jika pada malam hari listrik mati, maka unggas petelur tidak akan makan dan menjadi stress, akibatnya hasil produksi telurnya akan menurun.

Sebagai informasi tambahan dalam memilih dan merawat genset, pada saat membeli genset kebanyakan persepsi konsumen KVA / kilo volt ampere sama dengan kapasitas daya 1000 watt. Padahal pada kenyataannya 1 KVA itu sama dengan 800 watt atau 0,8 KW. Jadi semisal anda membutuhkan daya listrik sebesar 4.400 watt anda harus mencari genset yang memiliki daya sebesar 5,5 KVA bukan 4,4 KVA.

Tips Perawatan Genset  Selain Pembersihan Rutin

Setelah membeli genset, selama masa penggunaan kita juga tidak boleh lupa dengan perawatan yang harus dilakukan, diantaranya    :

  1. Perawatan Oli

Rajin cek Oli jangan sampai oli habis karena jika kehabisan oli akan membuat mesin genset menjai rusak. Untuk mengecek oli, pada mesin mesin genset keluaran terbaru biasanya sudah ada  sensor dan notifikasi mengenai keadaan dan volume oli yang masih tersisa. Bahkan ada pula genset yang akan otomatis mati jika oli sudah berada di ambang batas. Jika sudah berada di ambang batas, maka anda harus segera mengganti oli. Ingat penggantian oli tidak boleh sembarangan. Mesin harus berada dalam keadaan dingin. Jangan mengganti oli pada mesin yang baru saja dipakai atau bahkan masih menyala. Paling tidak tunggu 15 menit setelah mesin genset digunakan. Hal ini juga dapat dipraktekkan pada saat pengisian bahan bakar dimana jangan menambah bahan bakar ketika mesin masih panas.

  1. Penggunaan

Untuk membuat mesin awet, jangan terlalu memforsir kerja mesin dengan selalu mebebankan daya maksimal. Jika ini terus – terusan terjadi maka bagian AVR atau automatic voltage regulator akan cepat rusak. Jangan langsung naikkan daya keluaran drastis. Naikkan selangkah demi selangkah. Sebaiknya gunakan genset yang kapasitas dayanya melebihi daya yang dibutuhkan tapi jangan terlalu lebih, sisakan paling tidak 10% dari kapasitas daya genset. Misalkan saja kapasitas listrik rumah 1300 wattt nah alternatif genset yang bisa dipakai adalah genset 15 KVa.

  1. Perawatan Sistem Starter

Berbeda dengan motor starter genset jaman dahulu, kini genset keluaran terbaru telah menggunakan sistem elektrik. Alat ini lebih baik dinyalakan untuk proses pengisian aki yang dikerjakan dengan sistem otomatis. Jangan biarkan aki habis karena jika habis alat starter eletrik akan rusak.

Demikianlah artikel mengenai tips memilih dan merawat genset.

Tips

Leave a Reply